Kuwu Majasari Mendorong Terwujudnya Pertanian Ramah Lingkungan

Sukses membina kelompok ternak sapi berprestasi, Kuwu Majasari Wartono, S.Pd., M.Si diapresiasi oleh Gubernur Jawa Barat dengan anugerah Adhikarya Pangan Nusantara (APN) Tahun 2017 tingkat Provinsi Jawa Barat kategori Pembina Ketahanan Pangan.

Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Pemerintah Desa Majasari terus berupaya mengembangkan sektor pertanian dengan penerapan pola Usahatani Integrasi Tanaman-Ternak pada lahan sawah. Integrasi Tanaman-Ternak, adalah intensifikasi sistem usahatani melalui pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan secara terpadu dengan komponen ternak sebagai bagian kegiatan usaha.

Kuwu Majasari Presentasi di Depan Menteri Pertanian, Gubernur Jawa Barat, Bupati Indramayu, Anggota DPR RI dan stake holder

“Tujuan pengembangan integrasi tanaman – ternak adalah untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian untuk mewujudkan suksesnya revitalisasi pembangunan pertanian.” Jelas Kuwu Majasari.

Selanjutnya Kuwu Majasari juga menjelaskan bahwa komponen usahatani di Majasari meliputi usaha ternak sapi dan kambing, tanaman pangan (padi & palawija), hortikultura (sayuran), perkebunan, dan perikanan (lele, gurami, nila). “Adanya sinergisme atau keterkaitan yang saling menguntungkan antara tanaman dan ternak, Petani memanfaatkan limbah kotoran ternak sapi dan kambing sebagai Pupuk Kompos, dan Urine Sapi digunakan serta diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang memiliki kandungan mikro organisme lokal untuk tanamannya, kemudian memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak.” imbuhnya

Kebun Organik Kelompok

Keseriusan Pemerintah Desa Majasari dalam Integrasi Tanaman – Ternak dibuktikan dengan kebijakan kerjasama pemanfaatan aset desa berupa tanah carik yang dikelola oleh Kelompok Tani, sementara dukungan anggaran untuk pengembangan pertanian pola integrasi Tanaman-Ternak ini melalui kerjasama Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Majasari dan Kelompok Tani.

Kelompok Tani yang diketuai oleh Haji Usnali, mulai mengembangkan kebun organik dengan tanaman Bawang Merah, Cabai Lombok, dan Tanaman Padi dilokasi tanah milik Pemerintah Desa Majasari.

Kelompok Tani di sela-sela menggarap lahan

Kebun tersebut menggunakan sistem organik atau ramah lingkungan dari bahan-bahan yang didapat dari sekitar yaitu kompos sebagai pupuk dasar, dan POC sebagai pupuk penyubur semprot dan Pestisida Nabati untuk menanggulangi hama penyakit. Dengan luas kebun 200 bata, saat ini kebun dalam tahap penanaman awal dan direncanakan  panen diawal tahun untuk bawang merah dan cabai, sementara tanaman padi diprediksi akan panen pada bulan April tahun depan.

POC yang diproduksi oleh kelompok tani

Kebun ramah lingkungan ini diharapkan menjadi trobosan untuk para petani di Desa Majasari Khususnya, dan Indramayu pada umumnya untuk mengembangkan tanaman sehat dan berkualitas sehingga dapat menambah pendapatan bagi petani dan masyarakat.

Sekretariat Desa Majasari

Facebook Comments