LPPKD bawa Kades dan perangkat desa Kabupaten Bangka Tengah ke Majasari

Lembaga Pengembangan Potensi dan Kemandirian Desa (LPPKD) hari ini, selasa (21/11) membawa rombongan Kepala Desa beserta Sekretaris Desa dan Bendahara Desa dari Kabupaten Bangka Tengah Propinsi Bangka Belitung Studi Lapangan ke Desa Majasari. Kabupaten Bangka Tengah merupakan Kabupaten baru yang dibentuk pada tanggal 25 Februari 2003 berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2003. Rombongan yang berjumlah 160 orang peserta berikut Panitia, datang sekira Jam 16.00 WIB dan langsung disambut oleh Kuwu Majasari serta BPD dan Muspika di Balai Desa Majasari .

Studi lapang yang difasilitasi LPPKD merupakan bagian dari peningkatan pengetahuan dan wawasan Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Bendahara Desa dalam Manajamen Pemerintahan desa. Dalam implementasi Undang-undang 6 Tahun 2016 Tentang  desa, UU Desa banyak memberikan peran dan fungsi yang sangat besar dalam penyelenggaraan pemerintahan secara otonom. Dengan berlakunya otonomi desa tersebut, tuntutan kinerja dari aparat desa menjadi semakin tinggi. Implementasi dari UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa memberikan penguatan eksistensi terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa yang mengarah kepada tumbuhnya otonomi desa.

Menurut Vera Wijayanti Kepala Bidang Program LPPKD dalam surat permohonan fasilitasi kunjungan menjelaskan, bahwa sejumlah pasal dalam UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa tersebut memberikan diskresi kepada pemerintah desa untuk menumbuh kembangkan otonomi desa masing-masing disesuaikan dengan karakteristik masing-masing desa dan masyarakatnya. Penguatan kewenangan pemerintah desa dalam pengelolaan pemerintahan di tingkat desa menjadi salah satu point penting dalam implementasi UU No. 6 Tahun 2014 .

Desa Majasari semenjak ditetapkan menjadi Desa Juara 1 Lomba Desa tingkat nasional sudah ratusan menerima kunjungan dari berbagai Desa di seluruh Indonesia dengan maksud studi banding, kunjungan lapangan maupun orientasi lapangan. Banyak pula pemerintah supra desa dan akademisi yang berkunjung ke Majasari. Selain menerima kunjungan, Kuwu Majasari Wartono, S.Pd., M.Si juga sering diundang dalam workshop, seminar dan diskusi-diskusi tentang Desa sebagai pembicara untuk best practice dan memberikan motivasi, kiat-kiat membangun desa dengan berbagai inovasi yang telah dilakukan.

Kesibukan menerima kunjungan dan undangan memberikan materi best practice tidak membuat Desa Majasari stagnan dengan predikat lomba Desa Nasional saja, dalam kurun waktu satu tahun terakhir Desa Majasari terus berprestasi dalam berbagai bidang. Berbagai apresiasi dan Anugerah dari  instansi pemerintah, lembaga dan media terus diterima Desa Majasari ,diantaranya Anugrah Hasan Wirajuda dari Kementerian Luar Negeri RI, Anugrah Jabar Naik Kelas, Anugrah Desa Unggulan Tempo Media, baru-baru ini Kuwu Majasari diberikan ABPEDNAS Award karena masuk katagori pejabat yang peduli desa oleh Asosiasi BPD Nasional, dan Kuwu Majasari dianugerahi Gubernur Jawa barat Adhikarya Pangan Nusantara sebagai pembina ketahanan pangan tingkat provinsi Jawa Barat.

Kuwu Majasari dalam kesempatan menerima kunjungan selalu menegaskan bahwa Desa Majasari hanya mempunyai pengalaman dalam lomba desa. Kegiatan sharing dan diskusi yang dipandu oleh Muzayin Haris Pendamping Desa berlangsung cukup dinamis, kegiatan yang dimulai dari jam 18.30 WIB selesai jam 21.00 WIB. Selanjutnya rombongan direncanakan menginap di salah satu hotel di Cirebon.

Sekretariat Desa.

Facebook Comments