Kuwu Majasari Dinilai Tim Juri Provinsi Adhikarya Pangan Nusantara Tahun 2017

Pemberian penghargaan ketahanan pangan oleh pemerintah kepada masyarakat, pengusaha, dan aparatur negara merupakan kegiatan tahunan yang sudah berlangsung sejak tahun 1979. Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) diberikan kepada masyarakat, pengusaha, dan aparatur negara yang telah menghasilkan karya luar biasa dalam mewujudkan ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan.

Hari ini, Jum’at (15/09) Kuwu Majasari Wartono, S.Pd., M.Si beserta unsur Dewan Ketahanan Pangan tingkat Desa menerima kunjungan klarifikasi lapangan dari Dewan Juri APN tingkat Provinsi Jawa Barat, setelah sebelumnya Kepala Desa Majasari melalui tahapan seleksi di tingkat Kabupaten.

Hadir dalam kegiatan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indramayu, Camat Sliyeg beserta jajaran muspika dan seluruh unsur kelembagaan desa Majasari. Dalam sambutan ucapan selamat datang, Camat Sliyeg H. Wasga Ciptowibowo, S.H., M.Si yang juga Ketua Dewan Ketahanan Pangan tingkat kecamatan yakin Kuwu Majasari layak menerima penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara untuk katagori Pembina ketahanan pangan tingkat desa atau Kepala Desa, “Di tahun 2016 Desa Majasari mampu meraih juara nasional dan itu menjadi bukti keberhasilan pembinaan ketahanan pangan yang dilakukan Kuwu Majasari.” terangnya .

Kegiatan klarifikasi dimulai dengan paparan keberhasilan ketahanan pangan di Desa Majasari yang disampaikan oleh Kuwu Majasari, dilanjutkan dengan wawancara kepada kelompok-kelompok dan lembaga ketahanan pangan di Desa Majasari. Kuwu Majasari dalam paparannya menjelaskan program-program dan kebijakan keuangan desa untuk sektor pertanian, dan inovasi-inovasi untuk meningkatkan produksi pangan, akses permodalan, produk unggulan, serta keberhasilan pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan pangan diantaranya keberhasilan koloni peternakan sapi, gerakan penanaman indigofera, dan gotongroyong warga dalam ketahanan pangan di Desa Majasari.

“Dukungan keuangan APBDES untuk pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan tidak saja diakses pada kelompok-kelompok tani, tetapi dialokasikan juga bagi anak-anak melalui program Kidspreuner dan kegiatan-kegiatan dalam rangka menunjang ketahanan pangan. ” ungkap Kuwu Majasari.

Selanjutnya Kuwu Majasari juga menjelaskan bahwa hal penting yang dilakukan untuk pengentasan kemiskinan di Desa adalah pembangunan sumber daya manusia, menurutnya meningkatnya sumber daya manusia akan bisa menggali dan memanfaatkan segala peluang yang ada di Desa. Klaster Pertanian dan Peternakan merupakan program dan kebijakan lain yang dipaparkan Kuwu Majasari, kebijakan tersebut sebagai upaya mewujudkan pertanian tanpa limbah.

Gallery Foto Kegiatan

 

Sekretariat Desa

Facebook Comments