BJB Serahkan CSR Untuk Rumah Literasi

Sekda Indramayu H. Ahmad Bahtiar, S.H dalam Sambutan

Hari ini, Kamis (14/09) BJB serahkan CSR (Corporate Social Responsibilty ) untuk pembangunan Rumah Literasi di Desa Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. CSR diserahkan secara simbolis oleh Adna dari Kantor Wilayah BJB dan diterima langsung oleh Kuwu Majasari Wartono, S.Pd., M.Si disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu H. Ahmad Bahtiar, S.H  mewakili Bupati Indramayu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu Wawang Irawan, S.H., M.H., Camat Sliyeg dan jajaran muspika Sliyeg serta tamu undangan.

Dalam sambutanya Adna memaparkan komitemen BJB dalam menjalankan CSR sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan mejelaskan pula tiga bidang CSR BJB. ” CSR BJB dibagi dalam tiga bagian yaitu pada bidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan, Rumah Literasi merupakan bidang pendidikan sebagai upaya positif BJB dan Pemdes Majasari dalam mengelola potensi desa. harapanya Rumah Literasi ini tidak saja dipergunakan untuk anak-anak dan remaja tetapi seluruh warga masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas dan kemampuan  sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.” ungkapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu atas nama Bupati Indramayu memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BJB yang telah memberikan CSR-nya kepada Desa Majasari, sembari bercanda dan mencairkan suasana, Sekda menekankan kepada jajaran BJB yang hadir bahwa apa yang dilakukan BJB ini belum dianggap hebat karena sejatinya CSR merupakan kewajiban dari perusahaan. Mengambil komparasi hukum wajib dan sunah pada ajaran agama Islam, menurut Sekda BJB dianalogikan baru menjalankan Wajib dan belum menjalankan sunah “Kenapa saya katakan belum hebat, karena BJB menjalankan kewajiban sebagaimana yang diamanatkan undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas, diminta atau tidak diminta perusahaan wajib hukumnya memberikan CSR, oleh karenanya BJB harus juga menjalankan sunahnya.” katanya.

Sekda juga berharap rumah literasi menjadi tempat untuk mengembangkan diri, karena perintah membaca untuk umat islam jelas terdapat pada kitab suci Al Qur’an tetapi pada kenyataanya yang mengamalkan perintah membaca kebanyakan negara-negara non muslim “Hasil penelitian tentang tingkat gemar membaca masyarakat, Indonesia menduduki peringkat ke 60 dari 65 negara.” ungkapnya. Menyikapi minimnya tingkat kegemaran atau budaya baca masyarakat, Pemerintah kabupaten  Indramayu saat ini sedang menggalakan gemar membaca bagi masyarakatnya, “Pemda sudah merencanakan disetiap sudut kota dan desa akan disediakan pojok baca agar masyarakat di dekatkan dengan sumber bacaan.” terang sekda mengakhiri sambutanya.

Sementara itu, Kuwu Majasari dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada BJB yang telah mempercayakan Desa Majasari sebagai penerima CSR BJB. Kuwu Majasari juga mengajak masyarakatnya untuk pula memberikan CSRnya (maksudnya swadaya) dalam pembangunan Rumah Literasi. Dalam kesempatan tersebut Kuwu Majasari juga menjelaskan fungsi rumah literasi “Rumah Literasi ini tidak saja berisi perpustakaan tetapi juga tempat mengkaji dan melestarikan budaya, kami khawatir nanti anak-anak generasi penerus tidak tahu budayanya sendiri.” jelas Kuwu Majasari.

Selanjutnya Kuwu Majasari juga menjelaskan perbedaan antara Rumah Edukasi dan Rumah Literasi yang memang sudah direncanakan keduanya di bangun di Desa Majasari. “Jelas bahwa Rumah Literasi yang membidangi di tingkat Kabupaten adalah Dinas Kearsipan dan Perpustaakaan, sementara Rumah Edukasi akan sinergi dengan Dinas Tenaga Kerja karena Rumah Edukasi ini dikhususkan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan kerja terkhusus Calon TKI dan Purna TKI .” jelasnya.

Sekretariat Desa Majasari.

Facebook Comments