Karno, tinggalkan usaha di Desa demi bekerja pada Bin Laden

Karno Jasa Servis Hp dan Pc

Karno (37 th) pria berambut gondrong warga Majasari yang jago reparasi handphone dan komputer ini rela tinggalkan penghasilan 5 juta perbulan di Desa dan mencoba peruntungan baru bekerja sebagai TKI di Riyadh. Berangkat pada pertengahan september 2014 silam, Karno bekerja pada perusahaan Saudi Bin Laden. Saudi Bin Laden merupakan Perusahaan kontraktor yang didirikan oleh ayah Osama Bin Laden ( Al-Qaeda ) pada tahun 1931 dan berkantor pusat di Jeddah,  Arab Saudi.

Perusahaan Saudi Bin Laden mendadak terkenal di seluruh penjuru dunia, ketika sebuah Crane miliknya runtuh dan menimpa jamaah haji di Masjidil Haram. Karno, adalah salah satu pekerja yang terkena imbas dari kejadian waktu itu “Saya memang tidak bekerja pada proyek perluasan di Masjidik Haram, tetapi karena sama-sama bekerja di Saudi Bin Laden ya kena imbasnya, ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) besar-besaran, termasuk saya,” ungkapnya.

Karno bekerja pada pabrikasi AC gedung di Riyadh, sebelum berangkat dirinya mengaku mengikuti pelatihan kerja untuk mendapatkan sertifikat keterampilan. Saat ditanya apa motivasi utama bekerja di luar negeri padahal di Desa sudah mempunyai Usaha yang cukup berhasil, karno menjawab karena ingin bekerja dan beribadah di tanah suci Mekkah. “Alhamdulillah, saya bisa melaksanakan Ibadah Umrah dua kali disana.” jelasnya.

Sebelum karno berangkat menjadi TKI, Karno bersama Istrinya yang juga mantan TKI sudah mempunyai usaha penjualan pulsa seluler bahkan sudah mempunyai ratusan downline counter pengisian pulsa dengan omset 4-5 juta perbulan yang dirintisnya sejak 2005. Menurut Karno dirinya lebih menikmati bekerja dan berwirausaha di Desa, “Disini walau penghasilan kecil tetapi bisa kumpul dengan keluarga, memberikan asuhan terbaik untuk anak perempuan kami satu-satunya.” terang karno.

Karno Saat Umrah (dok. Pribadi)

Kini Karno dan Istrinya Caswen kembali merintis usaha yang dulu pernah berjaya. Suami istri ini juga aktif sebagai kader pemberdayaan di Desa, Karno selalu mendukung Istrinya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan pemberdayaan di Desa seperti pelatihan peningkatan keterampilan, keterampilan manajemen keuangan dan lain sebagainya. Pemberdayaan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Majasari menurutnya sangat membantu meningkatkan wawasan usaha masyarakat.

Disela sela kesibukannya berbisnis pulsa dan reparasi handphone, Karno aktif sebagai pengurus Koperasi Amanah Barokah Sejahtera, Koperasi yang dibina Baznas Kabupaten Indramayu bersama Pemerintah Desa Majasari dengan konsep pemberdayaan dhuafa dengan visi Mustahik menjadi Munzaki. Karno mengungkapkan dirinya tergerak untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan, dan menjadi pengurus koperasi di Desa karena ingin ikut memberikan kontribusi pada masyarakat Desa Majasari “Saya ingin bermanfaat bagi orang lain.” pungkasnya.

Sekretariat

Facebook Comments