Sholeha dan Nureli Purna TKI Majasari Dulu Dilatih Kini Melatih

Nureli dan Sholeha saat Melatih Warga di salahsatu Desa di Majalengka

Sholeha dan Nureli purna TKI asal Desa Majasari  yang pernah bekerja di timur tengah, kini sering mendapat undangan untuk melatih keterampilan merajut tali kur (Makrame) menjadi produk tas cantik dan aneka aksesoris lain yang banyak disukai oleh Ibu-ibu dan remaja putri. Berawal dari menjadi peserta pelatihan yang diadakan di Desa Majasari atas dukungan BP3TKI Bandung bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, kini Sholeha dan Nureli menjadi pelatih keterampilan.

Paska pelatihan pemdes Majasari melalui Kasi Kesra melaksanakan Pendampingan pada purna TKI Desa Majasari, dan membentuk kelompok usaha bersama (KUB) komunitas yang diberi nama Purna TKI Sejati dan Purna TKI Mandiri. KUB Purna TKI tersebut memproduksi berbagai produk makanan olahan pangan dan kerajinan tas tali kur, bahkan tas tali kur yang diproduksi para purna TKI ini sudah dipasarkan ke luar pulau jawa melalui pemasaran online.

Yayasan Anak Tanah Nusantara bersama Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia sering meminta Sholeha dan Nureli untuk menjadi pelatih keterampilan merajut di berbagai daerah, diantaranya Majalengka, Kuningan, Ciamis dan daerah lain di Jawa Barat.

Kerajinan Gelang Makrame

 

Tas Tali Kur Makrame
Dompet Tali Kur Makrame

Dalam sebuah kesempatan wawancara oleh Agus Triantara (jurnalis Buletin Kementerian dalam Negeri) Sholeha Nureli dan teman-teman yang tergabung dalam kelompok mengatakan dirinya bersyukur bisa mengikuti berbagai kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan pemerintah Desa Majasari, “Saya berterima kasih kepada Pa Kuwu yang memberikan perhatian kepada kami para purna TKI, dengan pelatihan yang diberikan kami dapat menemukan dan memulai usaha di Desa.” ujar Sholeha.

Sumber Foto Facebook Nureli
Sekretariat Desa

Facebook Comments