Kuwu Majasari, Ulama dan Umaro bagai keping uang logam

Peringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan DKM Al Fatah , Rabu (21/06) dilaksanakan cukup sederhana. Peringatan yang biasanya di isi dengan pengajian umum, namun kali ini peringatan Nuzulul Qur’an hanya di isi dengan khatmil al qur’an oleh remaja masjid al fatah.

Kuwu Majasari Wartono, S.Pd., M.Si dalam sambutan tampak terlihat kecewa, bukan karena sederhananya acara peringatan nuzulul quran tetapi kurang antusiasnya peserta undangan untuk menghadiri Majelis peringatan nuzulul qur’an, “Ada berapa ustadz, DTA, Musholah, Jamiah, majelis taklim di desa Majasari, seharusnya acara peringatan ini penuh dengan hadirin, tidak perlu difikir dimana letak salahnya tetapi mari berfikir bagaimana caranya agar di majelis-majelis berikutnya mereka dapat hadir.” ungkapnya.

Dari informasi yang disampaikan panitia ada 100 orang undangan tapi hanya 30 % yang hadir. Kuwu Majasari juga menjelaskan, masyarakat desa Majasari adalah masyarakat yang homogen dalam keyakinan beragama seharusnya sangat mudah untukĀ  digerakan, “Ulama dan Umaro seharusnya bagai sisi keping uang logam yang tidak bisa dipisahkan, untuk saling melengkapi, bahu membahu menyelamatkan masyarakat di dunia dan akhirat.” terangnya.

MMS Berdifor Sumbang Masjid Al Fatah

Selain khotmil qur’an , acara peringatan nuzulul qur’an juga diisi dengan tausiyah oleh ust. Nurhamim, dan penyerahan santunan dari MMS Berdifor (Ikatan TKI Majasari Majasih Sliyeg di Taiwan) dan Baznas kabupaten Indramayu untuk DKM, Imam dan Takmir Masjid disampaikan oleh Kuwu Majasari. Dalam tausiahnya Ust. Nurhamim yang familiar dipanggil Kang Hamim mengajak masyarakat untuk kembali pada al qur’an dan al hadist.

Sekretariat Desa

Facebook Comments