Ramadan Berbagi, Pemdes Majasari Rapih Tanpa Batas

SLIYEG,(Fokuspantura.com),- Momentum bulan Ramadan 1438 H, dipergunakan oleh Pemerintah Desa Majasari Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu sebagai bulan berbagi antar sesama. Visi Majasari Rapih (Religius, Aspiratif, Produktif, Inovatif dan Harmonis) yang telah mendongkrak prestasi nasional ini, terus melejit tanpa batas, Bahkan sebagai Pemdes yang mampu menggerakkan semua elemen masyarakat dalam membangun desa menuju kemadirian dan sejahtera ini terus mengalami perubahan serius.

Kuwu Majasari, Wartono, disela-sela acara buka puasa bersama Tim Taraweh Keliling Muspika Kecamatan Sliyeg, Pemdes, Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Masyarakat Desa Majasari,Senin(5/7/2017) di Mushola Al Barokah Rt01/01 mengungkapkan, berkaitan Ramadan, Pemdes Majasari sudah mengeluarkan 13 maklumat yang sudah dimusyawarahkan bersama lembaga desa jelang Ramadan kemarin. Namun setiap kebijakan yang dilakukan Pemdes tidak ada dampak dan arti nyata, jika tidak didukung oleh seluruh masyarakat.

Salah satu maklumat yang sudah diundangkan dalam lembaran desa adalah memanfaatkan ibadah ramadha sebagai momentum ibadah secara nyata dan masyarakat memperoleh kekhusyuan serta kenyamanan.

“Diantaranya, kegiatan tadarus Al-qur’an bisa dilaksanakan sampai subuh tetapi kami memberikan batasan pengeras suara hingga pukul 23.00 wib,”ungkapnya dihadapan masyarakat dan jamaah.

Berkaitan hiburan ramadan seperti obrog, Pemdes Majasari diperbolehkan sejak jam 1.00 wib sampai dengan waktu imsak. Hal yang menjadi penekanan dari program berbagi Ramadan ini adalah Majasari menggelar magrib mengaji yang diinisiatori oleh MUI Desa Majasari melalui Perdes yang sudah disahkan bersama serta gerakan hafal juz amma bagi anak didik dilingkungan pendidikan SD.

“Bahkan, kami Pemdes Majasari sudah mempersiapkan per sekolah enam ustadz untuk mendukung kegiatan ramadan tersebut,”ungkap Kuwu peraih Desa Nasional ini.

Menurutnya, Pemdes Majasari melalui tagline baru Majasari Rapih Tanpa Batas tahun 2017 ini, pihaknya sudah mengeluarkan produk hukum berupa Peraturan Desa(Perdes)tentang Pulasara Budaya. Perdes ini dilahirkan dalam rangka memelihara budaya-budaya nenek moyang yang sudah hampir pudar, degradasi moral menjadi tak tentu arah, maka dengan nama Jum’at Bebasan bagi warga masyarakat saling bertutur sapa dengan bahasa kromo santun akan menjadi rujukan bagi Desa di kabupaten Indramayu.

“Untuk hari Kamis, bagi siswa DTA wajib komunikasi bebasan dermayu. Artinya sapa santun itu sudah harus ditanamkan pada generasi masa depan bangsa saat ini,”terangnya.

Pada Kesempatan itu juga, sebagai wujud kepedulian Pemdes Majasarih kepada tokoh masyarakat dan semua elemen yang telah membangun desa, diberikan penghargaan Wirajasa Aditama kepada belasan tokoh dan pegiat sosial yang telah turut serta membangun desa, seperti Ketua RT berprestasi, Jamiyah Yasin, Aliansi Kelompok Peduli Kebersihan dan komunitas Masyarakat Peduli Sosial.

Hadir pada kesempatan itu, Camat Sliyeg Wasga Cipto Wibowo, Kapolsek Sliyeg AKP Alka Nurani, Danramil Sliyeg Kapten Arh. Supangat dan unsur Muspika lainnya. (Ihsan)

sumber :

http://www.fokuspantura.com/dermayon/223-ramadan-berbagi-pemdes-majasari-rapih-tanpa-batas

Facebook Comments