Kuwu Majasari Undang Kepala SD, dorong pendidikan di Majasari lebih maju

Menyadari pentingnya pendidikan bagi generasi Majasari, Kuwu Majasari pada hari Sabtu malam (25/03/2017) mengundang seluruh pemangku kebijakan dalam bidang pendidikan di Desa Majasari, hadir dalam pertemuan tersebut Kepala SDN Majasari I, Kepala SDN Majasari II, Dewan Guru, Pengurus Komite Sekolah dari kedua sekolah, ketua DKM, dan MUI Desa Majasari. Pertemuan yang berlangsung cukup hangat tersebut banyak menyoroti tentang kegiatan belajar mengajar baik intra maupun ekstrakurikuler termasuk program pembelajaran hafidz Juz ‘Amma yang akan diprogramkan bagi siswa di sekolah-sekolah di lingkungan desa Majasari.

Pendidikan sejatinya merupakan  tanggung jawab bersama, artinya tidak hanya pendidik, namun setiap elemen masyarakat dan juga pemerintah memiliki peranan dan tanggung jawabnya masing-masing bagi pendidikan. Sejalan dengan pelaksanaan UU No.6/2014  tentang desa pada ketentuan umumnya mendefinisikan sekaligus menjelaskan bahwa Desa mempunyai kewenangan untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan dalam kewenangannya tersebut desa berwenang dalam memfasilitasi dan memotivasi kelompok belajar, pembinaan dan pengeloaan pendidikan anak usia dini, pengadaan dan pengelolaan sanggar belajar, sanggar seni budaya, dan perpustakaan Desa yang merupakan Kewenangan lokal berskala Desa pada bidang pelayanan dasar.

Kuwu Majasari Bapak Wartono, S,Pd., M.Si yang juga mempunyai latar belakang seorang pendidik menginginkan pendidikan di Desa Majasari maju bahkan siap menganggarkan atas kewenangan desa dalam pemenuhan pelayanan dasar untuk kebutuhan peningkatan pendidikan di desa Majasari . “Program kegiatan hafidz di sekolah sebelum jam pelajaran yang di gagas UPTD Pendidikan Sliyeg ini sejalan dengan gerakan majasari magrib mengaji, sejalan pula dengan majasari jumah bebasan yang dimaksudkan agar generasi Majasari menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab.” jelasnya.

Pemerintah Desa Majasari mendorong agar pembelajaran hafidz juz ‘amma di sekolah tersebut segara dilaksanakan, dengan mengambil guru mengaji dari desa Majasari sendiri. Kuwu Majasari juga menyatakan siap memfasilitasi bersama MUI untuk penyediaan guru mengaji dan memberikan anggaran untuk honor.

Kegiatan hafidz Juz Amma ini diwajibkan bagi seluruh siswa dimana waktu belajar dilaksanakan sebelum jam pelajaran sekolah dimulai pukul 06.30 setiap paginya dilanjutkan dengan 15 menit membaca dan menyanyikan lagu-lagu nasional. Dalam sesi akhir pertemuan Kuwu Majasari berharap kedisiplinan bagi siswa dimulai dari memberikan tauladan “Bukan instruksi karena bukan kewenangan kami tapi ini sebuah permohonan, harapan kami Kepala sekolah  memberikan tugas bagi guru piket agar hadir lebih awal untuk menyambut kedatangan anak-anak kami setiap paginya.” pintanya.

Sekretariat Desa

 

Facebook Comments