Miliki Rumah Edukasi TKI, Majasari Wakili Jabar ke Tingkat Nasional

Tim Rechecking Pemprov Jabar di Majasari, Sliyeg, Indramayu.

Desa Majasari Kecamatan Sliyeg berhasil melaju ke lomba desa pada tingkat nasional bersama tiga desa lainnya mewakili Jawa Barat. Salah satu kelebihannya ialah dimilikinya rumah edukasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dibangun sejak tahun 2012.

Di rumah edukasi itu, selain memberi pendidikan dan ketrampilan bagi calon TKI, juga ada sekolah khusus bagi anak-anak TKI. Selain itu, konsep pembangunan infrastruktur desanya juga maju dengan partisipasi masyarakat desa yang aktif.

Setelah ditetapkan mewakili Jabar, Majasari memperoleh perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jabar. Selasa kemarin (21/6/2016), Kepala Biro Pemerintahan Umum Setda Prov Jawa Barat bersama dengan Bupati Indramayu dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah melakukan rechecking di desa tersebut.

Bupati Hj. Anna Sophanah menjelaskan di hadapan tim rechecking,  keinginan dalam membangun desa benar-benar tumbuh dari  masyarakatnya. Mereka tampak benar-benar guyub untuk melakukan pembangunan desa.

“Semangat gotong royong benar-bear terwujud. Tidak hanya antar masyarakat desa, tetapi juga antar warga dengan pemerintah desa. Majasari menjadi contoh bagaimana partisipasi warga menjadi faktor penentu majunya sebuah desa. Warga tidak melulu berharap dari bantuan pemerintah, atau manja dengan seluruhnya mengandalkan pemerintah. Mereka bergerak, gotong royong ikut aktif membangun desa,” tutur bupati.

Kepala Biro Pemerintahan Umum Setda Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Abas Basari, M.Si menjelaskan, kedatangannya ini untuk memastikan Majasari siap untuk melaju ke tahap selanjutnya di lomba desa tingkat nasional. Saat ini di Jawa Barat sudah ada empat desa yang lolos mewakili Jabar, untuk wilayah Pantura hanya Majasari yang memenuhi persyaratan.
Berdasarkan rechecking,  Majasari luar biasa karena mendapatkan dukungan dari masyarakat, pemerintah serta pihak perbankan. Banyak inovasi dan terobosan yang dilakukan oleh kuwu dalam melakukan pelayanan kepada masyarakatnya.

“Warga Majasari sangat bangga dengan desanya. Ini karena warga merasakan kehadiran pemerintah. Mereka akhirnya sadar untuk berpartisipasi aktif dalam membangun desa,” tutur Abas.

Selain rumah edukasi TKI, keunggulan Majasari antara lainadanya pengelolaan BUMDes dengan menggandeng perbankan lewat program penggemukan sapi untuk keluarga TKI. Dari semula hanya 22 ekor kini bisa menjadi 200 ekor.

“Majasari bahkan menjadi contoh nasional bagaimana pemberdayaan potensi TKI menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi mereka di desanya,” tutur dia.

Aen
http://m.galamedianews.com/daerah/97118/miliki-rumah-edukasi-tki-majasari-wakili-jabar-ke-tingkat-nasional.html

Facebook Comments