Pemberantasan Sarang Nyamuk

Kader Jumantik Desa Majasari

Penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD ) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Apalagi dengan adanya pengaruh pemanasan global akan semakin mempengaruhi iklim dan cuaca sehingga akan memicu terjadi penyebaran penyakit DBD dan memungkinkan semakin meningkat setiap tahunnya ketika masyarakat belum sadar akan pentingnya mewujudkan kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat.

Sebagai upaya pengendalian perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegyptie, Pada hari Rabu (17/05/2016) yang lalu Pemerintah Desa Majasari bersama unsur Lembaga Desa, Kelompok Masyarakat masyarakat, Muspika Sliyeg, dibantu Praja IPDN dan Siswa STTP yang sedang praktek lapangan di Desa Majasari bersama-sama melaksanakan upaya pencegahan penyakit demam berdarah melalui Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk atau GERTAK PSN.

Gerakan yang dilaksanakan dari rumah ke rumah warga tersebut berisi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sekaligus praktik langsung bagaimana cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus ; (1)Menguras bak air/ bak mandi, (2) Menutup penampungan air, (3) Mengubur barang bekas, Plus ; Membubuhkan bubuk abate pada penampungan air , Plus ; Memakai obat anti Nyamuk.

“Selama ini masyarakat selalu disuguhi informasi yang menyesatkan bagaimana upaya penanganan DBD dilakukan, dimana berita-berita pemberantasan DBD selalu menampilkan ilustrasi gambar kegiatan fogging, padahal fogging tidak direkomendasikan karena bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan, oleh karena itu Kami Pemerintah Desa Majasari lebih memilih bagaimana menyadarkan dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan DBD melalui 3M Plus.” Terang Kuwu Wartono, S.Pd., M.Si

Target angka bebas jentik (ABJ) di Desa Majasari adalah 95 % sebagaimana indikator keberhasilan pembangunan desa yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa 2015-2021), maka Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan secara terorganisir dan berkesinambungan. oleh karenanya Pemerintah Desa Majasari di tahun 2015 telah membentuk Kelompok Kerja Operasional (POKJANAL) Pemberantasan Demam Berdarah, yang bertugas meningkatkan Peran Serta Masyarakat Desa Majasari dalam penanggulangan penyakit DBD, menggerakan Masyarakat Desa Majasari dalam Pemantauan Jentik dan PSN diharapkan mampu mencapai target tersebut.

Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (GERTAK PSN) tersebut dilakukan tiga tahap kegiatan, yang pertama adalah sosialisasi dan edukasi dari rumah ke rumah warga dimana warga diberi phamplet berisi informasi terkait DBD, bahaya fogging dan tata cara 3 M Plus, pemberian bubuk abate dan kupon undian berhadiah, kemudian tahap selanjutnya adalah pemantauan ulang atau evaluasi. Bagi masyarakat yang sudah melaksanakan PSN 3 M Plus diperbolehkan mengikuti undian, dan pada tahap akhir akan dilaksanakan sosialisasi akbar tentang Gerakan PSN, kegiatan donor darah , pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan oleh Pengurus Karang Taruna Desa Majasari, serta pengundian kupon dan sekaligus pementasan wayang kulit dalam rangka menyambut panen raya di tanggal 25 mei 2016.

Sekretariat Desa.

Facebook Comments