MUSRENBANGDES, Quo Vadis Majasari 2015 setelahnya?

Malam Sabtu (15/02/2014) telah diselenggarakan Musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) desa yang merupakan forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan (stakeholder) desa untuk menyepakati rencana kegiatan untuk tahun anggaran berikutnya. Musrenbang adalah forum publik perencanaan (program) yang diselenggarakan oleh lembaga publik yaitu pemerintah desa bekerjasama dengan warga dan para pemangku kepentingan. Penyelenggaraan musrenbang merupakan salah satu tugas pemerintah desa untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Musyawarah yang diselenggarakan di Aula Bale Gede Ki Shabra berlangsung cukup panas dan tercatat sebagai Musrenbagdesa terlama, pasalnya musyawarah yang dimulai pukul 19.30 wib baru selesai pada pukul 01.30 wib. seluruh warga peserta muasyarah dengan bebas berbicara, dan semua peserta musyawarah berbicara atas dasar keterwakilan warga, baik usia, sektor pembangunan dan gender, tak jarang masyarakat juga mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah desa.

“Musrenbang yang bermakna, akan membangun kesepahaman tentang kepentingan dan kemajuan desa, dengan memotret potensi dan sumber-sumber pembangunan yang tersedia baik dari dalam desa sendiri maupun dari luar desa.Namun sayang Musyawarah untuk menyusun rencana kegiatan tahunan desa ini tidak dihadiri oleh pihak kecamatan padahal kita harus tahu isu-isu strategis pembangunan tingkat kecamatan juga,” Keluh  Adi Kurniawan tokoh pemuda  Majasari.

Berbagai usulan masyarakat yang  sebelumnya dipetakan oleh Tim Pemandu Musrenbangdes dari seluruh RW, kemudian disiandingkan dengan rancangan RKPDes sehingga akan terlihat tittik temu antara perencanaan bottom up dan up to bottom. Aspirasi masyarakat akan perencanaan pembangunan tidak saja pada pembangunan fisik/Infrastruktur tetapi usulan pemberdayaan ekonomi, pendidikan dan pola pemecahan masalah sosial lainya seperti sampah dan keamanan lingkungan sengit diulas, membuktikan masyarakat Majasari sangat partisipatif.

“Pembangunan tidak akan bergerak maju apabila salah satu saja dari tiga komponen tatapemerintahan (pemerintah, masyarakat, swasta) tidak berperan atau berfungsi. Karena itu, musrenbang juga merupakan forum pendidikan warga agar menjadi bagian aktif dari tata pemerintahan dan pembangunan,” papar Kuwu Wartono.
Ada yang menggelitik dan menyegarkan suasana, salah satu peserta muasyawarah dengan lugas dan tanpa basa-basi meminta Kuwu Wartono untuk siap maju kembali sebagai Kuwu Majasari periode selanjutnya. Untuk diketahui terkait masa jabatan Kuwu Wartono yang hanya satu tahun lagi, hampir seluruh masyarakat Majasari menanyakan kesiapan Kuwu Wartono,S.Pd.,M.Si untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode selanjutnya “Kami menilai Kuwu Wartono berhasil dalam membangun desa Majasari, kita bisa lihat pembangunan yang ada selama ini,” kata H.Tarmudi, S.KM Ketua BPD Majasari . Namun sampai saat musrenbang Kuwu Wartono belum juga menyatakan sikap untuk siap lagi menjadi calon.

“Quo Vadis (kemana) Majasari? kita tunggu surat cinta BPD untuk Kuwu Majasari, 4 bulan lagi. disana nanti akan diberitahukan bahwa masa jabatanya akan habis sekaligus menanyakan akan maju lagi (menjadi Kuwu) atau tidak,” kata Adi Kurniawan ketua karang taruna Majasari. (A.45)
Facebook Comments