Program Pemberdayaan Buruh Migran dan Keluarganya di Daerah Asal

Majasari. Women Crisis Centre Mawar Balqis Cirebon bersama Pemeritah Desa Majasari  membentuk CBO (Comunity Based Organization) atau Organisasi Berbasis Komunitas (21/12/11) yang bertujuan untuk melaksanakan Program Pemberdayaan Buruh Migran dan Keluarganya di Daerah Asal. Program tersebut dibagi dalam tiga fokus diantaranya Advokasi, Paralegal dan Pemberdayaan Ekonomi Eks Buruh Migran dan Keluarganya sedangkan masyarakat penerima manfaat dalam program ini adalah mantan buruh migran dan keluarganya.
Dalam penjelasanya Rohandi selaku pendamping program mengatakan kenapa WCC Mawar Balqis memilih program ini di laksanakan di Desa Majasari dikarenakan Desa Majasari adalah rangking ke tiga pengirim TKW/TKI terbesar setelah Desa Majasih dan Gadingan yang menduduki rangking pertama di Kecamatan Sliyeg. selain program pemberdayaan ekonomi, CBO diharapkan dapat mendorong terlahirnya Perda dan Perdes tentang Perlindungan Buruh Migran yang menjamin dan melindungi Buruh Migran dari mulai pemberangkatan, penempatan di Negara tujuan dan sampai kepulanganya ke tanah air, CBO juga diharapkan mampu memberikan pendampingan secara hukum kepada Buruh Migran atau Keluarganya yang bermasalah melalui program pelatihan Paralegal, CBO akan dilatih bagaimana menangani kasus-kasus yang biasa terjadi atau menimpa buruh migrant diluar pengadilan. 
Kuwu Majasari dalam sambutanya memberikan apresiasi yang tinggi kepada WCC Mawar Balqis, dimana program tersebut akan sangat berguna bagi masyarakat Majasari, khususnya mantan buruh migran. Kenyataan yang terjadi di Masyarakat mereka yang berangkat keluar negeri seringkali menggunakan hasil kerjanya untuk membeli barang yang tidak produktif yang tidak bisa menjamin keberlangsungan perekonomian keluarga, sehingga opsi yang dipilih mantan buruh migran adalah kembali ke luar negeri. Program pemberdayaan ekomomi yang ditawarkan WCC Mawar Balqis tentunya bertujuan agar mantan buruh migran mempunyai keterampilan dan mempunyai wawasan berwirausaha sehingga mereka mempunyai usaha sendiri dan tidak berfikir untuk kembali keluar negeri, dan khusus untuk kebijakan pemerintah desa tentang perlindungan Buruh Migran yang berjalan selama ini adalah dengan menghadirkan sponsor beserta data-data yang diperlukan ketika calon buruh migran memberitahukan pemberangkatanya, beliau juga mengatakan selama ini pula banyak buruh migran yang tidak melaporkan keberangkatanya kepada pemerintah desa.  
Mengingat kompleksnya permasalahan  buruh migran pemeritah desa sangat mengharapkan masukan dari masyarakat terkait usulan Perdes tentang buruh migran. sehingga Perdes Buruh Migran atau apapun namanya nanti dalam aplikasinya mendapatkan pengawasan dan berjalan sesuai yang diinginkan masyarakat desa Majasari.
Facebook Comments