Kegiatan Karang Taruna Desa Majasari

Dalam upaya pencegahan gejala permasalahan penyandang masalah kesejahteraan sosial Karang Taruna bima sakti menyelenggarakan forum silaturahmi, yang dimaksudkan untuk menggali potensi pemuda, aspirasi, sumbang pemikiran dan pembentukan karakter pemuda Majasari.

          Dalam upaya pencegahan masalah-masalah sosial, Karang Taruna Bima Sakti Desa Majasari Kec. Sliyeg Kab. Indramayu mengadakan pertemuan pemuda dalam rangka silaturahim antar pemuda, penjaringan aspirasi pemuda dan pembentukan karakter pemuda desa dalam satu   Forum Silaturahmi Pemuda Desa Majasari, yang diadakan setiap hari senin malam selasa di minggu ke tiga setiap bulannya.Selain diskusi dalam acara tersebut juga diselingi dengan pentas seni  seperti halnya program Talk Show di Televisi, menurut Aas Adiwijaya Ketua Karang Taruna Desa Majasari  hal tersebut adalah langkah untuk mencairkan suasana dan menghilangkan kesan kaku sehingga peserta pertemuan yang mayoritas pemuda bisa menerima materi yang diangkat, dijelaskan pula pemuda dapat mengekspresikan bakat seni yang dimilikinya seperti halnya yang ditunjukan oleh Jamiah Marhaban Islahul Fata yang begitu sahdu dan hikmat melantunkan sholawat nabi dengan di iringi alat musik hadroh begitu menghipnotis peserta pertemuan. Pada  tanggal  25 april 2011 Karang Taruna mengangkat tema Desa Siaga, dengan menghadirkan pembicara H. Ipan dari Puskesmas, Agus Sudrajat, S.E  Camat Sliyeg, Kuwu Majasari Wartono, S.Pd.M.Si dan Tokoh Ulama Ust.Khariri yang memberikan materi kesehatan dalam pandangan Islam. Dalam diskusi tersebut peserta pertemuan banyak yang mempertanyakan pencapaian program desa siaga dari semua pemangku kepentingan yang hadir dan mempertanyakan langkah Promosi Kesehatan (promkes) bahwasanya program desa siaga adalah program lama yang dimulai tahun 2006 namun terkesan stagnan. “Program tersebut dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat, keberhasilan desa siaga berdasarkan kesadaran Masyarakat dalam menjalani pola hidup bersih dan sehat.” Jelas H.Ipan.
Camat Agus Sudrajat, S.E merasa bangga dengan Karang Taruna Desa Majasari yang mampu mengumpulkan pemuda desa Majasari dalam forum silaturahmi pemuda dan mengharapkan semua Karang Taruna di setiap desa di seluruh kecamatan sliyeg bisa mencontoh kegiatan yang diadakan karang taruna desa Majasari, “Semenjak saya menjadi Camat di Sliyeg, baru Karang Taruna Desa Majasari yang mengundang saya…” terang Agus Sudrajat. Dalam pertemuan yang berakhir tengah malam dan sempat diguyur hujan lebat dan mati lampu, salah seorang peserta pertemuan  mencermati perimbangan pembagian potensi desa induk dan hasil pemekaran  yang dinilai tidak proporsional sehingga menyulitkan pemuda dalam mengembangkan bakat olah raga terutama sepak bola karena tidak mempunyai lapangan bola.”Kami kesulitan ketika Klub kami mengadakan latihan, pernah kami seharian keliling disetiap desa sekecamatan Sliyeg untuk mencari lapang bola  dan kebetulan setiap lapangan sedang dipakai hingga kami pulang tanpa sempat berlatih…” jelas Muhammad Ali Alhabsyi (25 th) bendahara karang taruna desa Majasari.
Desa Majasari adalah desa baru hasil pemekaran dari desa Majasih dan banyak Masyarakat desa Majasari yang tidak puas dengan perimbangan potensi desa yang dibagi pada waktu pemekaran sekira tahun 1983. “Normatif memang jika desa induk lebih besar dari desa baru hasil pemekarnya, tetapi tidak di Majasari anda bisa lihat data di website resmi Kabupaten Indramayu dan silahkan bandingkan luas wilayah desa-desa hasil mekar di kecamatan sliyeg dengan desa Induknya, hanya Majasih dan Majasari yang begitu jauh pembagianya ,” tutur anggota Karang Taruna desa Majasari yang tidak mau dipublikasikan namanya.Menanggapi hal itu Kuwu Majasari Wartono, S.Pd.,M.Si menjelaskan bahwa pemdes Majasari telah membicarakan upaya penyediaan lapangan bola dengan BPD dan Lembaga-lembaga desa dengan melihat dulu potensi yang dimiliki desa Majasari, dan sudah dimasukan dalam RPJMDes.
Facebook Comments